Pertanyaan: “Ustad, orang tua ana
ingin agar ana bekerja sedangkan saya masih ingin untuk menuntut ilmu terlebih
dahulu, kami mohon nasehatnya...”
Jawaban: “Terimakasih banyak atas
saudara yang bertanya tentang semangat menuntut ilmu, tapi perlu digaris bawahi.
Bahwa, kita sebagai seorang muslim khususnya diusia yang muda itu jangan selalu
di pertentangkan tentang menuntut ilmu dengan kewajiban- kewajiban lainnya. Bahwa
tidak ada yang menghalangi kita bekerja dengan menuntut ilmu, dahulunya mungkin
sebagian kita memahami bahwa dengan bekerja akan menghalangi kita untuk menuntut
ilmu, dahulunya juga mungkin kita memahami bahwa berbakti kepada orang tua akan
menghalagi kita untuk menuntut ilmu, pada hakekatnya tidak...,
Saya melihat berapa banyak ilmu dan
berkah ilmu didapatkan ketika sempit didalam waktu, Saya masih banyak mengenal
orang yang Dia tidak memiliki waktu kecuali sangat sedikit sekali, akan tetapi
ilmunya jauh lebih bermanfaat jauh lebih luas dari orang- orang yang memang diberikan
kesempatan untuk menuntut ilmu.., apa yang membedakan orang ini??. ., yang
membedakannya yaitu DIA PUNYA KEINGINAN DAN SEMAGAT, orang kalau
seandainya lapang maka di akan kendor tapi ketika orang sempit dia akan
mengetahui banyak pekerjaan maka dia akan gunakan waktunya semaksimal mungkin.
Nah saudara yang saya kenal itu Dia
banyak ilmunya itu dimanfaatkan gimana…, dia punya mobil di setiap dia berangkat bekerja dan pulang
kerja dia stel (menyalakan radio) kajian misalnya Riyadhush Shalihin dia dengarkan.., sedangkan dia dengan anak
istirinya di rumah saya mendengarkan juga, dia mungkin menyapu dirumahnya atau
mencuci dan semacamnya tapi dia menyetel (menyalakan tape) Al-Qur’an untuk
menghafalnya, nah begitu juga saat dia mengantar anaknya untuk berobat kedokter atau semacanya, dia sisipkan di
sakunya Al-Qur’an atau dia sisipkan di sakunya buku kecil yang bisa dia tela’ah,
sehinnga kumpulan- kumpulan waktu yang biasanya dibuang oleh orang dia
manfaatkan dan bahkan ilmunya jauh lebih manfaat dari pada orang yang berwaktu.
Jadi kita katakan tidak ada alasan
bagi kita sebagai seorang muslim yang tamak akan adil ilmu untuk terhalangi menuntut
ilmu dan dari kewajiban- kewajiban kita sebagai manusia, dulunya kita juga
menyangka dulunya dakwah juga adalah penghalang ilmu tapi ternyata dia adalah
penopang, jadi semakin banyak kita berdakwah, semakin banyak kita menuntut
ilmu. Dulunya mungkin kita menyangka
bekerja, bekerja dai… itu juga akan menghalangi ilmu, kiranya tidak! semakin
kita bekerja semakin kita berdakwah semakin bersemangat kita didalam menuntut
ilmu. Bahkan kwalitas menuntut ilmu kita semakin tinggi, 1 jam yang kita gunakan
untuk menuntut ilmu sebanding dengan 3 jam waktu dahulu kita yang belum bekerja,
belum berdakwah. E… kenapa? Karena motivasi
hidup. Jadi saya katakan kepada anda tidak ada halangan bekerja dan menuntut
ilmu….”
By :Ust Armen Halim Naro