Terduduk
heran melihat tingkah para tua yang bertengkar
Keduanya pemegang palu meja- meja hijau
Walau telah benar mereka orang merugi
Tak malulah mereka memperkarakanku sebagai yang beruntung
Pendamping cantikku berkata
Satunya seorang yang menggunakan kebalikan
Satunya seorang yang bodoh
Berdiri memandang burung hijau
Masih bingunglah aku, mujur sekalu nasibku
Ku buka kitab yang ada di tangan kananku
Tertawa lebih lebar dan aku tersadar
Ingatku dulu aku hanya pernah memutuskan hal
sepele
Dan tersenyumlah orang- orang yang datang padaku
Ingatku dulu aku hanya seorang ketua rukun
Dan tersenyumlah aku sekarang di depan sungai yang
mengalir
By Achmad Amiruddin Hasan