Annisa
Hanya
kata indah yang dapat untuk menyebutmu
Parasmu menenangkanku saat ku mau
Sifatmu meneduhkanku saat ku dekat
Tatapanmu menggiring kehadapanmu
Selalu ku tahu itu langkah kakimu
Selalu ku tahu itu desah desus candamu
Selalu memikirkanmu sepanjang waktu
Sampai ku sadar kau adalah ladang dosaku
Bersemi menghanyutkan ke si’api pembakar batu
Kita berpisah… aku lebih memilih Sang Maha
Ku harap kau melakukan hal yang sama
Tunggulah niatku menyalami bapakmu
Perpisahan ini untuk-nya
Ku harap kau mengerti
Ku harap kau melakukan hal yang lebih
Untuk-nya segalanya
Walau kita tak punya segalanya
Jika perpisahan ini benar untuk-Nya
Ku nanti kau di tempat yang kita rindukan